;
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Rabu, 18 November 2009

SESEMBELIHAN QURBAN

Qurban atau Udhhiyyah (Sembelihan) 


1. Hukum Menyembelih kurban
Para Ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sedangkan menurut pendapat yang kuat hukumnya adalah wajib bagi yang memiliki kemampuan (Ahkamul Iedain hal. 26). Di antara hadits yang dijadikan dalil bagi ulama yang mewajibkan adalah:
"Dari Abi Hurairah radliyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa memiliki kelapangan (kemampuan) kemudian tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat Ied kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah,Ad-Daruqutni, Al-Hakim, sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 26).
Dari hadits di atas diterangkan bahwa Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam melarang untuk mendekati tempat shalat Ied bagi orang yang memiliki kemampuan akan tetapi tidak berqurban. Hal itu menunjukkan bahwasanya dia telah meninggalkan suatu kewajiban yang seakan-akan tidak ada manfaatnya, bertaqarrub kepada Allah dengan dia meninggalkan kewajiban itu (Subulus Salam 4/169).

2. Waktu Menyembelih
Hewan kurban disembelih setelah selesai shalat Ied. Dalilnya: Dari Barra bin Azib radiallahuanhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya perkara yang pertama kita mulai pada hari ini adalah kita shalat kemudian menyembelih. Maka barang siapa yang melakukan hal itu, dia telah mendapatkan sunnah kami. Dan barang siapa yang telah menyembelih (sebelum shalat -pent.), maka sesungguhnya sembelihan itu adalah daging yang diperuntukkan bagi keluarganya, bukan termasuk hewan kurban sedikitpun." (HR. Muslim no. 1961).
Diperbolehkan untuk mengakhirkan penyembelihan, yaitu menyembelih pada hari kedua dan ketiga setelah hari Ied. Sebagaimana diterangkan dalam hadits:
"Dari Nabi shallallahu ' alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: "Setiap hari tasyriq ada sembelihan" (HR. Ahmad 4/8 dari Jubair bin Muthim radhiallahu anhu, dan dihasankan oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam Ahkamul iedain).
Berkata Ibnul Qayyim: "(Kebolehan menyembelih di hari-hari tasyriq) adalah pendapat Imam Ahmad, Malik, Abu Hanifah rahimahumullah."
Imam Ahmad berkata: "Ini adalah pendapat lebih dari satu shahabat Muhammad shallallahu ' alaihi wasallam, dan Al-Atsram menyebutkan diantaranya: Ibnu Umar, Ibnu Abas radiallahu anhum." (Zadul Maad 2/319).

3. Tempat Menyembelih
Dalam rangka menampakkan syiar Islam dan kaum muslimin,disunnahkan menyembelih di lapangan tempat shalat Ied. Dalilnya:
"Dari Ibnu Umar radliyallahu anhu dari Nabi shallallahu ' alaihi wasallam: bahwasanya beliau menyembelih (kibas dan unta) dilapangan Ied." (HR. Bukhari no. 5552 dalam Fathul Bari).

4. Larangan Memotong Rambut dan Kuku
Barang siapa hendak berqurban, tidak diperbolehkan bagi dia memotong rambut dan kukunya sedikitpun, setelah masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga shalat Ied. Dalilnya:
"Dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan (yakni tidak memotong -pent.) rambut dan kukunya." (HR. Muslim No. 1977).
Imam Nawawi berkata: "Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut, mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan (Syarah Muslim 13/138)."
Berkata Ibnu Qudamah: "Siapa yang melanggar larangan tersebut hendaknya minta ampun kepada Allah dan tidak ada fidyah (tebusan) baginya, baik dilakukan sengaja atau lupa" (Al-Mughni11/96).
Dari keterangan di atas maka larangan tersebut menunjukkan haram. Demikian pendapat Said bin Musayyib, Rabiah, Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian Madzhab Syafiiyah. Dan hal itu dikuatkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar  juz 5 hal. 112 dan Syaikh Ali hasan dalam Ahkamul Iedain hal. 74.

5. Jenis Sembelihan 
"Dari Jabir, berkata: Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, akan tetapi jika kalian merasa berat hendaklah menyembelih jazaah." (HR. Muslim 6/72 dan Abu Daud 2797).
Syaikh Al-Albani menerangkan:
  • Musinnah  yaitu jenis unta, sapi dan kambing atau kibas. Umur kambing adalah ketika masuk tahun ketiga, sedangkan unta, masuk tahun keenam. 
  • Jazaah  yaitu kambing atau kibas yang berumur setahun pas menurut pendapat jumhur ulama (Silsilah Ad-Dlaifah 1/160).
Dan yang terbaik dari jenis sembelihan tadi adalah kibas (domba) jantan bertanduk bagus, warna putih bercampur hitam di sekitar mata dan kakinya. Yang demikian karena termasuk sifat-sifat yang disunnahkan Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam dan beliau menyembelih hewan yang memiliki sifat tersebut.
"Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam memerintahkan menyembelih kibas yang bertanduk baik, dan sekitar kaki, perut dan matanya berwarna hitam. Kemudian didatangkan kepada beliau, lalu disembelih." (HR. Abu Daud, dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Abu Daud no. 2423).

6. Hewan kurban Tidak Cacat
Termasuk tuntunan Nabi shallallahu ' alaihi wasallam yaitu memilih hewan yang selamat dari cacat dan memilih yang terbaik. Beliau melarang menyembelih hewan yang terputus telinganya, terpecah tanduknya, matanya pece, terputus bagian depan atau belakang telinganya, terbelah atau terkoyak telinganya. Adapun kibas yang dikebiri boleh untuk disembelih. (Ahkamul Iedain hal. 75)

7. Boleh Berserikat
Satu ekor hewan kurban boleh diniatkan pahalanya untuk dirinya dan keluarganya meskipun dalam jumlah yang banyak.
Dalilnya: "Berkata Atha bin Yasar: Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari, bagaimana sifat sembelihan di masa Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam, beliau menjawab: "Jika seseorang berkurban seekor kambing, maka untuk dia dan keluarganya. Kemudian mereka makan dan memberi makan dari kurban tersebut." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik, Al-Baihaqi dan sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 76).
"Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam dalam sebuah perjalanan kemudian tiba hari Ied. Maka kami berserikat tujuh orang pada seekor sapi dan sepuluh orang pada seekor unta." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi
no. 1213).

9. Cara Menyembelih
Menyembelih dengan pisau yang tajam, mengucapkan "bismillah wallahu akbar" (dengan nama Allah dan Allah Maha Besar), membaringkan sembelihan pada sisi kirinya karena yang demikian mudah bagi si penyembelih memegang pisau dengan tangan kanannya, dan menahan lehernya dengan tangan kiri. Dalilnya:
"Dari Anas bin Malik, dia berkata: Bahwasanya Nabi shallallahu ' alaihi wasallam menyembelih dua ekor kibasnya yang bagus dan bertanduk. Beliau mengucapkan basmallah dan takbir dan meletakkan kakinya di samping lehernya." (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).
Dan disunnahkan bagi yang berkorban, memotong sendiri sembelihannya atau mewakilkan kepada orang lain (Ahkamul Iedain hal. 77).

10. Membagikan Daging kurban
Bagi yang menyembelih disunnahkan makan daging qurbannya, menghadiahkan karib kerabatnya, bershadaqah pada fakir miskin, dan menyimpannya untuk perbekalan lebih dari 3 hari. Nabi shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Makanlah, simpanlah untuk perbekalan dan bershadaqahlah." (HR.Bukhari Muslim).
Daging sembelihan, kulitnya, rambutnya dan yang bermanfaat dari kurban tersebut tidak boleh diperjualbelikan menurut pendapat jumhur ulama, dan seorang tukang sembelih tidak mendapatkan daging kurban. Tetapi yang dia dapatkan hanyalah upah dari yang berkurban. Dalilnya:
"Dari Ali bin Abi Thalib radliyallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam memerintahkan aku untuk menyembelih hewan kurbannya dan membagi-bagi dagingnya, kulitnya, dan alat-alat untuk melindungi tubuhnya, dan tidak memberi tukang potong sedikitpun dari kurban tersebut." (HR. Bukhari Muslim).

11. Bagi Yang Tidak Berkurban
Kaum muslimin yang tidak mampu untuk berkorban, mereka akan mendapatkan pahala seperti halnya orang yang berkorban dari umat Muhammad shallallahu ' alaihi wasallam. Hal ini diterangkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda: "Bismillah Wallahu Akbar, ini (kurban) dariku dan dari umatku yang tidak menyembelih." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud no. 2436). 
Wallahu Ta'ala a'lam.
 
(Dikutip dari Tuntunan dalam Iedhul Qurban, tulisan Ustadz Azhari Asri, murid asy Syaikh Muqbil bin Haadi, sumber Majalah Salafy edisi XV).

0 komentar:

Posting Komentar

Bila anda berkenan silhkan tinggalkan pesan...
Trima kasih and matur suwun.... edy putra

Bengkel Mobil EDY PUTRA jepara Jl, Cik lanang62 Rt04/05 Kauman jepara jawa tengah-59417,,Call +6287 746 002 557 - +6285 291 522 655 - +6288 215 015 057